Ailesh dan Fakultas Pertanian UGM Jajaki Pembentukan Center for Sustainable Agriculture

Menyatukan Riset, Kebijakan, dan Implementasi Lapangan untuk Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Ailesh, perusahaan konsultan keberlanjutan di Indonesia, melakukan pertemuan strategis bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membahas arah awal pembentukan Center for Sustainable Agriculture. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun platform kolaboratif yang mampu menghubungkan riset akademik, kebijakan, dan implementasi lapangan dalam satu kerangka sistem pertanian berkelanjutan yang terintegrasi.

Diskusi ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan sektor pertanian di Indonesia, yang tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga mencakup isu lingkungan, perubahan iklim, rantai pasok, serta kesejahteraan petani. Tantangan-tantangan tersebut membutuhkan pendekatan yang sistemik dan lintas disiplin, bukan solusi yang terfragmentasi.

Mengapa Center for Sustainable Agriculture Dibutuhkan

Selama ini, upaya menuju pertanian berkelanjutan sering berjalan secara terpisah. Riset akademik menghasilkan banyak temuan penting, namun tidak selalu terhubung dengan kebijakan maupun praktik di lapangan. Di sisi lain, kebijakan dan implementasi sering kali berjalan tanpa dukungan data dan kerangka ilmiah yang memadai.

Melalui pembentukan Center for Sustainable Agriculture, Ailesh dan Fakultas Pertanian UGM mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang mampu:

  • Menjembatani riset akademik dengan kebutuhan implementasi lapangan,
  • Mendukung perumusan kebijakan berbasis data dan konteks lokal, serta
  • Mengintegrasikan praktik pertanian berkelanjutan dalam sistem yang terukur dan dapat direplikasi.

Center ini dirancang agar riset, kebijakan, dan praktik tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling memperkuat dalam satu sistem.

Fokus Pembahasan dalam Diskusi Awal

Dalam pertemuan tersebut, Ailesh dan Fakultas Pertanian UGM membahas beberapa area kunci yang dinilai penting sebagai fondasi pengembangan pertanian berkelanjutan.

1. Fondasi Ekologi dan Iklim

Diskusi menekankan pentingnya pendekatan yang memperkuat ketahanan ekosistem pertanian, antara lain melalui:

  • Regenerative Agriculture, yang berfokus pada pemulihan kesehatan tanah sebagai basis produktivitas jangka panjang.
  • Climate-Smart Agriculture dan Carbon Farming, yang mengintegrasikan produksi pangan dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
  • Biodiversity dan Agroecology, yang memandang pertanian sebagai bagian dari ekosistem, bukan sebagai aktivitas yang berdiri sendiri.

Pendekatan ini menjadi dasar untuk membangun sistem pertanian yang lebih resilien terhadap tekanan lingkungan dan iklim.

2. Sistem, Data, dan Nilai Tambah

Pertanian berkelanjutan memerlukan sistem yang transparan dan berbasis data. Oleh karena itu, diskusi juga mencakup:

  • Supply Chain Traceability dan Transparency, untuk memastikan dampak lingkungan dan sosial dapat dilacak dan diverifikasi dari hulu ke hilir.
  • Creating Shared Value (CSV) dan ESG Agriculture, agar nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat tumbuh secara bersamaan.
  • Digital dan Precision Agriculture, yang memanfaatkan data sebagai alat pengambilan keputusan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan sumber daya.

Pendekatan ini bertujuan menerjemahkan komitmen keberlanjutan ke dalam praktik yang nyata dan terukur.

3. Efisiensi Sumber Daya dan Masa Depan Lahan

Diskusi juga melihat pentingnya pengelolaan sumber daya dan lahan secara strategis, termasuk:

  • Water Stewardship dan efisiensi irigasi, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.
  • Sustainable Food Systems dan Zero Waste, yang memperluas perspektif keberlanjutan hingga tahap pascapanen dan konsumsi.
  • Rehabilitasi lahan pascatambang untuk pertanian, sebagai peluang regenerasi lahan terdegradasi menjadi lahan produktif.

Topik-topik ini mencerminkan pendekatan jangka panjang terhadap pengelolaan sumber daya dan ketahanan sistem pangan.

Peran Ailesh dalam Inisiatif Ini

Melalui kolaborasi ini, Ailesh berperan sebagai mitra strategis yang menjembatani konsep keberlanjutan dengan implementasi nyata. Ailesh mendukung pengembangan kerangka kerja, sistem pengukuran, dan pendekatan berbasis data agar inisiatif pertanian berkelanjutan dapat diterapkan secara efektif dan berdampak.

Center for Sustainable Agriculture diharapkan menjadi:

  • Pusat kolaborasi lintas sektor,
  • Penghubung antara sains, kebijakan, dan praktik lapangan, serta
  • Platform pengembangan model pertanian berkelanjutan yang relevan dan dapat direplikasi di Indonesia.

Langkah Selanjutnya

Pertemuan bersama Fakultas Pertanian UGM merupakan tahap awal dari proses pengembangan Center for Sustainable Agriculture. Ke depan, kolaborasi ini akan dilanjutkan dengan pendalaman konsep, perumusan ruang lingkup kerja, serta penguatan kerangka implementasi agar Center ini dapat memberikan dampak nyata bagi transformasi sistem pertanian nasional.

Pertanian berkelanjutan bukan sekadar tren, melainkan transformasi sistem jangka panjang. Melalui kolaborasi dengan institusi akademik, Ailesh berkomitmen untuk berkontribusi dalam membangun sistem pertanian Indonesia yang lebih tangguh secara lingkungan, inklusif secara sosial, dan berkelanjutan secara ekonomi.

Weekly newsletter
No spam. Just the latest releases and tips, interesting articles, and exclusive interviews in your inbox every week.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.