
Banyak orang akan langsung bereaksi saat melihat hutan tropis yang gundul atau lahan yang tampak tandus. Namun, pemandangan berbeda terjadi pada Lahan Basah (Wetlands). Saat ekosistem ini perlahan mengecil, mengering, atau dikonversi menjadi lahan beton, sering kali tidak ada yang menyadarinya—sampai akhirnya dampak buruknya menghantam kehidupan kita.
Dalam rangka memperingati World Wetlands Day, mari kita bedah mengapa ekosistem transisi ini adalah kunci keberlangsungan hidup manusia di bumi.
Lahan basah adalah ekosistem transisi yang mempertemukan daratan dan perairan. Secara teknis, ini adalah wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik secara permanen maupun musiman. Di Indonesia, kita mengenalnya dalam berbagai bentuk:
Meski hanya mencakup 6% permukaan bumi, lahan basah menjadi rumah bagi 40% spesies dunia. Ia bukan sekadar "tanah becek", melainkan pusat biodiversitas global.
Lahan basah melakukan pekerjaan berat yang mungkin tidak pernah kita sadari setiap harinya:
Indonesia merupakan salah satu pemain kunci lahan basah dunia. Berikut adalah data sebarannya:

Data menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan. Sejak tahun 1970, dunia telah kehilangan 411 juta hektare lahan basah—setara dengan 22% penurunan global atau hilangnya lebih dari setengah miliar lapangan sepak bola.
Laju kerusakan lahan basah bahkan melampaui laju deforestasi hutan. Masalah utamanya adalah sifat kerusakannya yang permanen; fungsi filtrasi air dan penyimpanan karbon ribuan tahun tidak bisa dipulihkan secara instan melalui reboisasi biasa.
Kehilangan lahan basah bukan hanya masalah lingkungan, tapi masalah kemanusiaan:
Sudah saatnya kita berhenti mengabaikan ekosistem ini hanya karena kerusakannya tidak terlihat mencolok di mata. Hutan yang gundul mungkin langsung memicu kemarahan kita, namun lahan basah yang mengering adalah ancaman sunyi yang bisa menghentikan pasokan air bersih dan mempercepat krisis iklim.
Melindungi lahan basah adalah prioritas mendesak. Jangan tunggu sampai mereka benar-benar hilang untuk menyadari betapa kita membutuhkannya.